Aramis Khan

Aramis Khan
Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.

Jumat, 24 Juni 2011

Banyak Teman....!Ok banget tu...!

para sahabat.....!
apakah anda Ingin Punya Banyak Teman?
Mungkin kah para sahabat selama ini heran mengapa ada orang yang begitu mudah berteman?
Jangan heran....mari ikuti cara-cara ini...!

1. Tersenyum dan melambaikan tangan.

Apa salahnya melontarkan senyuman lebih dulu pada orang yang sedang berpapasan dengan Anda? 
Gengsi, karena orang itu yunior Anda di kantor, kampus dimana pun itu? 
Atau takut dikira naksir? 
Sudahlah, buang jauh-jauh pikiran tersebut. 
Tak usah takut bila Anda memberi pesan bahwa Anda ingin ngobrol dengannya, atau ingin tahu siapa dia. Tersenyumlah, lambaikan tangan, anggukkan kepala, apa saja yang memberi kesan Anda orang yang ramah.
Bila Anda bertemu seseorang yang tak dikenal, memberikan senyum juga akan membuatnya tahu bahwa ia boleh berbincang-bincang dengan Anda. 

Coba cara ini setiap kali Anda keluar dari rumah, misalnya, pada orang yang biasa Anda temui di kereta komuter, ibu-ibu di sebelah Anda yang sedang menawar harga barang di pasar, bahkan pada anak-anak yang sedang bermain. Setelah terbiasa melontarkan senyum, hal ini akan menjadi kebiasaan baru yang terjadi secara alami.


2. Membuka pembicaraan

Lagi-lagi, apa salahnya berbicara lebih pada orang yang belum Anda kenal? 
Setiap orang bisa saja menjawab pertanyaan, atau memberi respons pada komentar seseorang, tapi orang yang mudah berteman adalah yang biasa mengajak berbicara lebih dulu.
Menurut Susan RoAne, penulis How to Create Your Own Luck and What Do I Say Next, rahasia orang yang mudah berteman adalah menganggap hal-hal di sekitarnya sebagai peluang untuk mulai berbicara, dan bukannya menunggu disapa.
Untuk memecahkan keheningan atau suasana kaku dengan orang yang belum Anda kenal, mulailah dengan orang-orang yang jarang Anda ajak bicara. Misalnya, perempuan di antrean belakang Anda di konter check in bandara, atau bahkan CEO perusahaan yang tidak pernah Anda jumpai sehari-hari. Jangan menjadikan "tugas" ini sebagai beban. Tetap jadilah diri Anda sendiri. "Anda harus nyaman saat melakukannya. Kalau Anda harus berpikir apa yang harus dikatakan, Anda akan merasa ragu, dan momen itu akan lenyap," 


3. Gunakan pertanyaan terbuka

Ngomong-ngomong, apa sih yang bisa menjadi bahan pembicaraan dengan orang yang baru dikenal?
Cari topik yang sama-sama Anda ketahui atau Anda rasakan di sekitar Anda. Misalnya, soal cuaca yang panas, atau billboard iklan yang menampakkan wajah bintang favorit Anda. Atau, topik yang sedang hangat dibicarakan di siaran televisi, misalnya, tentang pembatasan kendaraan pada jam-jam sibuk, atau soal program sale di berbagai mal di Jakarta.
Agar pembicaraan tidak sekadar menjadi basa-basi, tanyakan pendapat teman baru Anda itu. Lemparkan sebuah topik yang jawabannya akan lebih panjang daripada sekadar "ya" dan "tidak". Misalnya, Anda sedang berbelanja di supermarket. Ketimbang hanya mengatakan, "Waduh, mahalnya...", lebih baik tunjukkan kepedulian Anda dengan mengatakan, "Ya ampun, kayak gini harganya Rp 100.000? Apanya yang bikin mahal? Memangnya ini merek terkenal, ya?"


4. Berhenti bicara pada waktunya

Tidak ada orang yang senang mendengarkan orang lain yang hanya membicarakan dirinya sendiri. 
Maka, Anda harus tahu kapan harus berhenti dan memberi kesempatan orang tersebut bicara. 
Jangan lupa, setiap orang pasti senang bila dianggap memiliki pengetahuan yang luas. Tak usah meminta pendapatnya soal kebijakan pemerintah mengenai sesuatu hal.
Saat Anda berada di kedai kopi, misalnya, coba minta pendapat orang di sebelah Anda, apa minuman yang cocok untuk Anda yang sebenarnya tak begitu suka kopi. Ia pasti akan senang memberitahukan informasi tersebut pada Anda.
Bila suatu saat Anda berkesempatan membuka obrolan dengan seseorang yang baru Anda kenal, lontarkan sedikitnya tiga pertanyaan. Hal itu akan memberikan celah pada orang lain untuk terbuka pada Anda, dan merasa dihargai. Ketika mereka merasa dihargai, mereka pasti akan berusaha ngobrol lebih banyak bersama Anda.



Sumber: YAHOO! News



gw dan pesva butut gw



Lamunan yang berkepanjangan 
memikirkan hidup 

Untuk Masa Yang akan Datang




Impian yang tertunda
Insya"Allah
2012/2013 dst

Pituah Rang Gaek

Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah... syarak mangato, adat mamakai 
camin nan indak kabua palito nan indak padam. 




Katiko Payuang Alun Takambang

Gabak Dihulu Lah Jadi Hujan


Cewang dilangik lah lamo Pai


Lah Abih Pulo Umpan Dek Aia


Iman Baganti Pangana Ilang


Antah Dimano Jalan Kapulang




Nagari Rancak Marwah Kok Hilang


Marawa Kuyuik Dek Labek Hujan


Manangih Bundo Dirumah Gadang


Oi Anak Oi, Bilo Lai Kasumbayang




Antah Kok Mamak Salah Pituah


Antah Kamanakan NAn Salah Tarimo


Iduik Baraka Mati Bariman


Aka Panjang Iman Kok Ilang




Suluah Bendang Dalam Nagari


Urang Cadiak Dimanyo Kini


Ya Allah Tuhan Allahu Rabbi


Agiah Pitunjuak Anak Kamanakan Kami


Slamaikan Juo Nagari Kami


Minangkabau Pautan Hati




Disabuik Sado NAn Tau


Nan Tingga Untuk Nan Santiang


Kok Banyak Salah Jo Sumbang


Sabaleh Jo Kapalo Ditakuakan


Kanan Pandai Kito Baguru


Mamintak Kita Ka Nan Satu



Rumah Gadang Sungai Dareh Dharmasraya




 
Ayam Jago





Sumber: Urang awak.